Tertunda 300 tahun

November 14, 2008 at 3:20 pm (sebaiknya kita tahu) ()

Suatu hari ada seorang santri yang bermimpi pergi ke surga. Dalam perjalanannya menuju surga, ia bertemu dengan gurunya di pesantren yang telah meniggal beberapa waktu lalu. Dia memperhatikan kenapa si guru ini hanya duduk termenung di depan pintu surga. Apa yang dia lakukan disana. Kenapa ia tidak mengikuti orang-orang yang lain masuk ke dalam surga. Akhirnya untuk mengobati rasa penasarannya, santri ini berjalan mendekati gurunya dan bertanya,”

Santri
: “Assalamualaikum !”
Guru : “Walaikumsalam wr.wb.”
Santri : “Wahai guru ku, apa gerangan yang kau lakukan disini ? Kenapa engkau hanya duduk termenung dan tidak mengikuti orang-orang ini masuk ke dalam surga ?”

Kemudian dengan raut muka yang terlihat sedih, guru ini menjawab pertanyaan santrinya ini.

Guru : “Wahai murid ku tahu kah kamu kenapa aku hanya duduk termenung disini dan tidak mengikuti sodara-sodara ku masuk ke dalam surga…?!”
Santri : “Tidak guru. Kiranya guru berkenan untuk menceritakannya pada ku ?”
Guru : “Saya diperintahkan oleh Yang Maha Kuasa untuk tidak masuk ke surga dan tatap menunggu disini selama 300 tahun.”
Santri : “Memangnya kenapa guru, kenapa Allah memerintahkan itu padamu. Setahu ku guru selalu menjalankan perintah-Nya dengan baik dan saya pikir amalan-amalan guru sudah tidak terhitung lagi banyaknya.”
Guru : “Kamu benar, Allah telah meng-hisab ku dan memang amalan baik ku sudah cukup memenuhi syarat untuk tiket aku masuk ke surga. Tapi ada satu hal yang tidak pernah saya sadari dan akhirnya membuat aku harus menunggu disini sampai 300 tahun kedepan.”
Santri : “Gerangan apa itu guru ??”, santri ini bertanya penasaran.
Guru : “Suatu hari ketika aku pulang dari pengajian di kampung seberang, terasa ada yang mengganjal di sela-sela gigi ku ini. Aku pikir pastilah ini sisa makan yang aku makan tadi. Kebetulan saat itu ketika aku melewati sebuah rumah dengan pagar bambu, aku mengambil sehelai kulit bambu untuk membersihkan sisa makanan di gigi ku. Dan gara-gara itu keberadaanku di surga harus tertunda selama 300 tahun.”

Subahanallah, Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya. Hanya gara-gara sebatang lidi kecil yang diambil tanpa izin pemiliknya itu, seseorang yang sudah pasti masuk surga menjadi terhambat sampai beberapa tahun lamanya. Yang perlu diingat dan dijadikan pelajaran bagi kita, bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Adil. Tidak ada satu hal pun (sebesar biji zahra) yang akan luput dari perhitungan-Nya. Mudah-mudahan ini mengajarkan pada kita untuk lebih berhati-hati dalam bertingkah laku. Dan mudah-mudahan kita semua selalu berada dibawah perlindungan-Nya. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: