Aku Kerepotan

June 10, 2009 at 3:05 pm (1) ()

Bagaimana caranya supaya semua account blog saya dapat saya urus dengan benar…??
Bisakan saya aktiv mem-posting sesuatu sebulan sekali..??
Uh repotnya kalau kebanyakan account.,,

Advertisements

Permalink Leave a Comment

Jembatan Suramadu

June 10, 2009 at 7:29 am (1)

suramadu

original picture from http://galunggung99.wordpress.com

Hari ini, 10 Juni 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan Jembatan Suramadu. Suramadu adalah jembatan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Madura. Jembatan ini menjadi ikon baru bagi negara Indonesia, khususnya bagi masyarakat madura dan sekitarnya.

Jembatan Suramadu sebenarnya adalah salah satu proyek mercusuar pada saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri. Namun, baru selesai pada saat akhir pemerintahan Presidan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, bahwa pembangunan jembatan ini menghabiskan dana hingga 4,5 triliun. Bangunan yang berdiri kokoh di atas Selat Madura itu memiliki panjang sekitar 5.438 meter. Jembatan Suramadu memiliki 8 jalur utama yang terdiri dari 2 (dua) jalur untuk kendaraan roda dua dan 6 (enam) jalur untuk kendaraan roda empat. Enam jalur khusus kendaraan beroda empat terbagi menjadi 4 (empat) jalur cepat dan 2 (dua) jalur lambat.

Setelah diresmikan oleh Presiden SBY, rencananya jambatan ini akan langsung digunakan dalam masa percobaan. Uji coba akan dilangsungkan kurang lebih selama satu bulan setelah peresmian. Pemerintah akan menetapkan tarif tol pada jembatan ini. Untuk tarifnya sendiri baru akan ditentukan setelah masa uji coba selesai. Tarif tol dipastikan akan lebih murah dibandingkan biaya transport jika menggunakan kapal Ferri. Rencananya untuk kendaraan roda dua akan dikenai biaya sebesar Rp. 2.300,-/unit. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, biaya yang dikenakan adalah antara Rp. 26.000,- sampai Rp. 39.000,- / unit.

Diharapkan dengan adanya jembatan ini, masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam berbagai hal. Selain alasan praktis, efisiensi waktu juga pastinya menjadi faktor utama dalam penggunaan jembatan Suramadu.

Permalink Leave a Comment

Manipulasi Foto Sederhana ‘Banget’

March 10, 2009 at 2:57 pm (all about fun) ()

Wew, sesuatu yang baru yang agak sedikit beda dari biasanya. Kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu untuk memanipulasi foto. Yah masih ilmu yang cetek2 aja sih, belum yang super mahir bgt.

Oke dalam manipulasi foto saya kali ini, saya akan menggunakan foto pribadi saya sebagai kelinci percobaan. Orang bijak berkata,”jangan pernah mencobakan sesuatu yang belum pasti kepada orang lain sebelum diri kamu”. Itulah sebabnya kenapa saya menggunakan foto jelek ini sebagai objek manipulasi. (‘nggak penting’).

Foto berikut ini diambil dari kamera handphone Nokia 5300 (1,3 megapixel). Jadi sangat menarik apabila kita bisa merubahnya menjadi sebuah foto yang luar biasa. Sudah siap untuk melihat sesuatu yang luar biasa. Oke kita mulai, Bissmillah.

Berikut adalah tahap pembuatan nya ;

  1. Terapkan Auto Levels dengan menekan Ctrl + shift + L dan dilanjutkan dengan Auto Contrast dengan menekan Alt + Ctrl + Shift + L.

  2. Klik menu Filter, Noise, Despeckle untuk membuat gambar tampak lebih bersih.

  3. Seleksi gambar utama dengan mengaktifkan Quick mask mode atau tekan Q untuk mengaktifkan Quick mask. Lalu masking gambar dengan menggunakan Brush tool.

  4. Tekan Q kembali untuk menon-aktifkan Quick mask. Kemudian takan Ctrl + J untuk meng-copy gambar yang terseleksi dalam sebuah layer baru.

  5. Tambahkan Layer baru dengan background warna hitam. Posisikan layer baru tersebut tepat di bawah gambar hasil seleksi tadi.

  6. Ubah blending mode pada layer 1 menjadi Hard light. Agar tidak rancu, ganti nama layer 1 menjadi blending1. Perhatikan gambar

  7. Gandakan layer blending1 dengan menekan Ctrl + J.

  8. Klik menu Filter, Blur, Gaussian blur. Masukan nilai Radius: 3px. Lalu tekan OK. Lihat Hasil Gambar

Awalnya saya sudah merasa cukup puas dengan hasil manipulasi seperti itu. Namun bukan manusia namanya jika ia mampu menahan hasrat untuk mendapat kan sesuatu hal yang lebih. Kemudian saya coba ‘flip’ objek tersebut dan menambahkannya dengan sedikit sentuhan ‘text’ yang imaginatif. And walafh, bimsalabim

=Hasil Akhir=

Permalink Leave a Comment

Makalah : Netralitas TNI / POLRI Dalam Pemilu 2009

March 7, 2009 at 2:21 pm (Makalah ku, sebaiknya kita tahu)

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Memasuki pertengahan tahun 2009, negara Indonesia belum juga bisa lepas dari berbagai rentetan masalah-masalah, dari mulai masalah politik hingga meluas sampai masalah kemanusiaan seperti kesehatan dan bencana alam. Khusus dalam masalah politik, sepertinya pemerintah Indonesia harus segera mengambil tindakan tegas, apakah akan bergerak cepat untuk menyelesaikan problem politik, atau menunda sejenak untuk melangkah menuju sesuatu yang lebih penting. Pasalnya, tahun ini Indonesia bakal melaksanakan kegiatan besar yang melibatkan seluruh warga negara Indonesia dari berbagai lapisan untuk ikut serta dalam perayaan pesta lima tahunan.
Pada tahun ini seluruh rakyat Indonesia akan menjadi saksi lahirnya suatu demokrasi, pemilihan umum dan pemilihan presiden secara langsung untuk menentukan nasib rakyat dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Melalui Pemilu, rakyat dapat memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Berbicara mengenai pemilu sebagai prektek pelaksanaan kegiatan politik, tentunya tidak bisa lepas dari adanya suatu mekanisme yang secara sistematis mengendalikan dan menjadi penggerak dari kegiatan politik tersebut yang kemudian disebut sebagai pemerintah. Banyak sekali organ-organ yang ada dalam pemerintahan suatu negara, salah satunya ialah militer. Tanpa bermaksud mengkait-kaitkan satu mesalah dengan mesalah yang lain. Namun jika kita mau melihat lebih jauh kedalam, sejarah mengatakan bahwa begitu besarnya peranan militer dalam kehidupan politik nasional.

Pemilu merupakan proses demokrasi yang sarat dengan muatan politik, saling berebut pengaruh dan adanya untuk meraih suatu posisi, kedudukan dan kekuasaan. Itulah sebabnya kehadiran Pemilu yang demokratis, terbuka, jujur dan adil yang dilaksanakan secara Langsung Umum Bebas dan Rahasia menjadi suatu tuntutan terhadap suksesnya Pemilu, yang dapat melahirkan kepercayaan rakyat. Persoalannya mengapa Netralitas TNI-Polri diperlukan dalam Pemilu?

Sejarah Pemilu dan Kaitannya dengan Militer (TNI/POLRI)

Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pemilihan umum (Pemilu) dari tahun ke tahun selalu memberikan nuansa yang berbeda dalam setiap pelaksanaannya. Dari pemilu pertama yaitu tahun 1955 hingga pemilu yang paling terakhir yaitu tahun 2004 lalu, selalu memiliki sisi lain yang sangat menarik untuk dikaji
Berkaitan dengan pelaksanaan pemilu tahun ini, ada satu hal yang sangat menarik sekali untuk dikaji. Suatu keadaan yang agak berbeda dengan kondisi pemilu pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana banyak sekali pihak yang membahas akan netralitas dari golongan militer (TNI/POLRI) dalam pemilu 2009. Tulisan dari berbagai surat kabar pun tak henti-hentinya mengkaji dan mempertanyakan netralitas TNI/POLRI dalam pemilu tahun ini. Bahkan sebuah himbauan langsung datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui sebuah kesempatan pidato kenegaraan beberapa minggu yang lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan agar jajaran TNI dan Polri terus menjaga netralitas mereka dalam Pemilu 2009. Presiden juga menekankan agar para elite TNI dan Polri tidak ikut berpartisipasi dalam Pemilu dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
Jelas hal ini sangat bertolak belakang dengan kondisi Pemilu pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana peranan golongan militer masih sangat terasa sekali dalam kehidupan politik nasional. Lalu, apakah sebabnya TNI dan POLRI harus netral dalam Pemilu dan Pilpres 2009 ??!

BAB II

PERMASALAHAN

Pro-Kontra Netralitas TNI/POLRI

Awal mula diangkatnya tema ini sebagai bahan makalah adalah karena banyak sekali pertanyaan yang muncul dari banyak pihak dan ketidaktahuan dari beberapa orang akan netralitas TNI dan Polri dalam Pemilu dan Pilpres 2009 ini. Apabila diruntut dari kejadiannya wajar jika banyak pihak mempertanyakan langkah yang diambil oleh TNI dan Polri tersebut, mengingat hal demikian tidak pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Pasal 318, Undang-Undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) menyatakan bahwa anggota Tentara Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak menggunakan haknya untuk memilih dalam Pemilu 2009.
Kenetralan tersebut tak ayal menghadirkan reaksi yang beranekaragam dari sejumlah kalangan masyarakat. Ada yang Pro, namun tak sedikit pula dari mereka yang tidak sepaham dengan keputusan tersebut. Menariknya, sebagian dari mereka yang kontra akan netralitas TNI/POLRI, mengangkat masalah hak dan kewajiban sebagai ‘problem’ dasar yang harus menjadi kajian pemerintah dalam menetapkan keputusan tersebut.

Pencabutan Hak Pilih Tak Sesuai Dengan UUD 1945

Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam Pasal 28 UUD 1945 menyatakan bahwa negara menjamin adanya persamaan hak dan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia.

Militer, yang terdiri dari TNI dan Polri adalah juga termasuk warga negara Indonesia yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam kegiatan kenegaraan, termasuk dalam Pemilu dan Pilpres. Menolak anggota TNI/POLRI menggunakan hak pilihnya sama dengan menjauhkan militer dari penegakan demokrasi. Memang betul, politik TNI dan Polri adalah politik negara, bukan politik partisan. Akan tetapi politik negara TNI bukan berarti menghilangkan hak asasi anggota militer untuk menggunakan hak pilihnya
Dalam era reformasi, partai politik merupakan prasyarat dalam setiap pemilu dan komponen penting dalam penegakan demokrasi. Oleh sebab itu semua anggota masyarakat harus terlibat menggunakan hak pilihnya dengan memilih partai politik dalam setiap pemilu.

BAB III

PEMBAHASAN

Aturan di Luar UUD 1945 Tentang Netralitas TNI dan POLRI

Netralnya TNI dan Polri dalam pemilu 2009 bukanlah tanpa sebab. Pemerintah Indonesia telah menetapkan suatu peraturan yang membatasi golongan militer untuk tidak ikut serta berpartisipasi dalam pemilu 2009. Dalam Pasal 381, Undang-Undang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) menyatakan bahwa anggota Tentara Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak menggunakan haknya untuk memilih dalam Pemilu 2009.
Selain itu Pemerintah juga telah menetapkan peraturan dalam suatu Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VII/MPR/2000, tentang Peran Serta Tentara Nasional Indonesia Dan Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dimana dalam Pasal 5 ayat 2, menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis.
Masih dalam ketetapan yang sama. Selanjutnya dalam Pasal 10 juga terdapat aturan yang menyatakan bahwa : (1). Kepolisian Negara Republik Indonesia bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis. (2). Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak menggunakan hal memilih dan dipilih. Keikutsertaan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menentukan arah kebijakan nasional disalurkan melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat paling lama sampai dengan tahun 2009. (3). Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah menggundurkan diri atau pensiun dari tugas kepolisian.

Sementara itu, netralitas polisi juga ditegaskan dalam surat-surat kapolri bernomor R/1475/VII/08 tanggal 7 Juli 2008, TR/2351/XI/2008 tanggal 18 November 2008, dan ST/979/XI/2008 tanggal 5 November 2008 yang diterbitkan Kapolri kepada jajaran kepolisian di daerah-daerah.

Pencabutan Hak dan Netralitas TNI/POLRI Tidak Bertentangan Dengan UUD 1945

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang No.10 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum. Dan Ketetapan MPR/VII/2000 tentang Peran Serta Tentara Nasional Indonesia Dan Peran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dimana dalam masing-masing isinya menyatakan bahwa TNI dan POLRI tidak boleh ikut serta dalam kegiatan politik.
Hal ini kemudian memunculkan reaksi dari beberapa pihak yang menyatakan bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Repubik Indonesia Tahun 1945. Golongan ini berpendapat bahwa pencabutan hak pilih pada golongan militer adalah suatu pelanggaran hak asasi manusia. Karena tidak sesuai dengan UUD 1945, yang merupakan aturan dasar Negara Republik Indonesia.
Menanggapi masalah itu, ada beberapa hal yang perlu diluruskan. Pertama, UUD 1945 adalah memang hukum dasar Negara Republik Indonesia yang memuat aturan-aturan dan garis besar penyelenggaraan kehidupan negara dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Namun demikian, UUD 1945 sebagai hukum dasar juga masih memerlukan suatu hukum pelaksana, yang selanjutnya dalam Hukum Tata Negara Indonesia disebut sebagai Aturan Hukum Pelaksana. Yang mana melalui atauran inilah kegiatan-kegiatan kenegaraan dapat terlaksana. Beberapa contoh yang temasuk dalam Aturan Hukum Pelaksana adalah Peraturan Presiden, Peraturan Kepala Desa, Kepres, PP dan masih banyak lagi.

Kedua, apabila dilihat dari tugasnya, posisi TNI dan Polri adalah sebagai alat pertahanan negara dan alat keamanan, jadi sudah selayaknya mereka tidak memilih dan dipilih. Penggunaan hak memilih dan dipilih dalam Pemilu bagi anggota TNI/Polri hanya justru akan menimbulkan friksi di tubuh TNI/Polri. Apalagi situasi politik Indonesia saat ini masih dalam masa transisi menuju demokratisasi.
Jadi anggota TNI/Polri itu harus profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai alat pertahanan dan keamanan negara. Apabila mereka ikut memilih dan dipilih dalam Pemilu, pasti ada keberpihakan mereka terhadap partai tertentu. Dan tentu saja hal ini akan menimbulkan konflik antara sipil dengan militer.

Kausalitas Netralnya TNI/POLRI

Tidak akan ada asap apabila tidak ada api. Sebuah pameo yang menggambarkan adanya hubungan sebab-akibat dalam setiap peristiwa. Begitu juga dengan keluarnya Keputusan Pemerintah yang mengatur tentang Netralitas Militer dalam pemilu 2009. Agaknya perlu melihat sedikit kebelakang untuk mengetahui penyebab munculnya peraturan tersebut.
Pada masa Orde Baru misalnya, begitu besarnya peranan ABRI (TNI dan POLRI) dalam kehidupan politik. Bersama-sama “Golongan Karya” (Golkar), sebagai kekuatan politik, dijadikan oleh Jendral Soeharto sebagai penopang utama kekuasaan pemerintahannya selama lebih dari tiga puluh tahun. Sedemikian besarnya pengaruh politik militer tersebut, sehingga perlahan-lahan tapi ajeg (pasti) telah tercipta suatu tradisi dan budaya militer, yang berkarakter komando, pada banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Kiranya hal itu juga bisa terjadi pada era sekarang apabila Pemerintah tidak membatasi hak-hak TNI dan Polri untuk ikut serta dalam Pemilu. Entah disadari atau tidak, dominasi militer sedikit banyak juga masih mewarnai aktivitas politik dalam Pemilu 2009 ini.

Sebagai contoh kecil, dapat kita lihat bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah sosok Presiden yang memiliki latar belakang militer. SBY memang bukan satu-satunya capres berlatar belakang militer. Masih ada beberapa nama pensiunan jenderal yang ikut bertarung. Sebut saja semisal Wiranto, Prabowo Subianto, Sutiyoso dan Slamet Subijanto. Belum lagi masih ada sederet nama jenderal purnawirawan yang juga ikut sibuk terlibat dalam tim sukses.
Bayangkan saja jika TNI dan Polri memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemilu. Bukan tidak mungkin, karena adanya rasa solidaritas dalam badan militer atau rasa fanatik yang berlebihan, kejadian pada masa Orde Baru akan terulang kembali.
Belum lagi, sistem komando yang kuat dalam lingkup TNI. Bisa jadi, TNI nantinya dijadikan sebagai sarana mobilisasi massa untuk mengumpulkan suara. Contoh kasus betapa TNI dan Polri sangat berpengaruh dalam pengumpulan suara, terjadi pada Pemilu 2004 lalu. Seorang anggota Polri bisa memengaruhi pemilih di lingkungan keluarganya yang menggunakan hak pilih.
Trauma seperti inilah yang kemudian menjadi landasan kenapa TNI dan Polri tidak harus diberikan hak memilih dalam pemilu. Bahkan, suara mayoritas masyarakat, yang tercermin dari sebuah hasil poling harian terkemuka di Jakarta mengharap agar hak memilih TNI dan Polri ditiadakan pada Pemilu 2009 nanti.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Hakikatnya TNI dan Polri adalah alat negara yang memiliki peranan yang sangat besar dalam bidang pertahanan dan keamanan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan alat negara yang memiliki peran dalam menjaga pertahanan negara. Sedangkan Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan. Keduanya memiliki keterkaitan kegiatan dimana antara TNI dan Polri harus saling bekerja sama dan saling membantu.
Pro kontra terhadap pemberian hak pilih TNI merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Meski demikian, penegakan demokrasi jangan sampai melanggar prinsip penting dalam demokrasi itu sendiri, yaitu prinsip keadilan
Netralitas TNI merupakan amanah dalam pelaksanaan Reformasi Internal TNI. Hal ini merupakan tuntutan professional antara lain tidak berpolitik praktis sebagaimana yang telah ditetapkan sesuai dengan UU RI nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Berpatokan pada UU tersebut, maka anggota TNI diharapkan benar-benar mampu menetapkan diri pada posisi netral diberbagai bidang pada setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu, baik dalam hubungan perorangan maupun satuan serta tidak terlibat dalam penyelesaian persoalan diluar kewenangan TNI sesuai dengan peran, fungsi dan tugas TNI.

Saran

Anggota TNI dan Polri itu harus profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai alat pertahanan dan keamanan negara. Taat dan patuh pada aturan hukum yang berlaku. Serta tetap bersikap netral terhadap kegiatan politik nasional. Karena netralitas TNI-Polri menjadi suatu jaminan pertaruhan terhadap tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Mengingat Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika itu adalah harga mati.

————————————-

Daftar Pustaka

Muhaimin, A., Yahya, 2002. Perkembangan Militer Dalam Politik di Indonesia 1945-1966, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Wresniwiro, Drs., 2002. Menuju Polisi Masa Depan, Jakarta: Mitra Bintibmas
UU No. 10 Tahun 2008, tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0206/10/sh04.html
pemilu.okezone.com /Senin, 9 Februari 2009 – 11:40 wib/  Kapolri Siap Tindak Tegas Polisi yang Ikut Parpol
http://www.hukumonline.com/
http://www.inilah.com/
http://www.tempointeraktif.com/

Permalink Leave a Comment

HIV/AIDS

December 11, 2008 at 2:48 pm (Apa kata mereka ??, sebaiknya kita tahu) ()

an_encounter_by_euphoriazMasih dalam suasana Desember. Pada awal bulan ini tepatnya tanggal 1 Desember, saya sempat mem-posting sebuah tulisan yang membahas turunya harga bensin dan juga sedikit bahasan yang menyinggung tentang HIV/AIDS. Nah sekarang saya akan mengupas lebih detail mengenai HIV serta tetek-bengek yang berkaitan dengannya.

Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa setiap dua minggu sekali saya selalu membuat sebuah penelitian kecil-kecilan dengan tema-tema tertentu. Melalui sebuah questionnaire saya mengumpulkan pendapat dari kawand-kawand saya mengenai tema yang sedang saya angkat itu. Nah kali ini tema yang sedang menjadi sorotan saya adalah HIV & AIDS. Okay, here d’one…//

***

  1. Apa sih HIV/AIDS itu? AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau sindrom runtuhnya kekebalan tubuh, adalah sebuah penyakit yang merupakan kumpulan gejala akibat menurunya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi dari penyakit-penyakit lain karena sistem kekebalan tubuhnya terus menurun secara drastis. Bahkan kuman yang bagi orang biasa tidak menimbulkan penyakit, pada penderita HIV dapat menimbulkan kematian.Hakekatnya, seorang manusia normal di dalam tubuhnya telah secara otomatis memiliki suatu antibodi yang dapat melindunginya dari berbagai serangan penyakit. Sayangnya, hal ini tidak terjadi pada seseorang yang terserang virus HIV. Antibodi yang ada dalam tubuhnya perlahan menurun dan akan mati karena digerogoti oleh virus HIV. Ibarat sebuah Negara, ketika ia tidak memiliki sistem pertahanan (antibodi) yaitu aparat keamana baik TNI maupun POLRI, maka akan dengan mudah negara ini dihancurkan oleh negara-negara lain. Seperti itulah gambaran kondisi seseorang yang mengalami disfungsi antibodi karena virus HIV.
  2. Bagaimana cara penularan virus HIV? Pada penderita AIDS, HIV terdapat pada seluruh cairan tubuhnya, tetapi yang bisa menularkan hanya yang terdapat pada sperma (air mani), darah, dan cairan vagina. Cara penularannya adalah sebagai berikut:
    a.    berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan dengan orang yang positiv terinfeksi virus HIV
    b.    pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi (termasuk pemakaian jarum suntik secara bergantian juga rentan terhadap virus HIV)
    c.    menerima transfusi darah dari orang yang tercemar virus HIV
    d.    bahkan ibu hamil yang terinfeksi virus HIV juga akan menularkan kepada bayi dalam kandungannya.
  3. Tanda dan Gejala HIV/AIDS. Pada umunya penderita tidak menunjukan gejala-gejala khusus setelah ia terinfeksi virus HIV. Baru setelah beberapa minggu kemudian, orang yang terinfeksi sering kali menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu atau diare. Secara fisik kondisi penderita memang terlihat sehat. Bahkan terkadang selama 3-4 tahun penderita tidak menunjukan gejala yang khas. Sesudahnya, ditahun-tahun berikutnya mulai timbul diare berulang-ulang sehingga terjadi penurunan berat badan secara drastis, sering terjadi sariawan di mulut, dan terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah bening serta penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis.
  4. Lalu, bagaimana cara menghindari HIV/AIDS?

    Banyak cara yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyakit ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
    a.    tidak berganti-ganti pasangan dan menghindari hubungan seksual diluar nikah.
    b.    Sebisa mungkin menghindari transfusi darah yang tidak jelas asal usulnya.
    c.    Menggunakan alat-alat medis dan non-medis yang terjamin steril.
  5. Bagi orang yang sudah terinfeksi, bagaimana cara mengobatinya? Sampai sekarang memang belum ditemukan cara pengobatan virus HIV ini sampai tuntas. Tang ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan tingkat kesehatan tubuhnya.

Uraian di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak apa yang bisa kita lakukan. Membangun kesadaran pada tiap individu merupakan kunci utama memerangi penyakit ini. Pahami ilmunya dan lupakan mitos-mitos yang salah. Yang benar adalah bahwa hubungan sosial dengan penderita HIV/AIDS tidak akan membuat kita tertular penyakitnya. Bahwa bersalaman, tinggal satu rumah, dan menggunakan tempat tidur yang sama tidak akan membuat kita tertular. Perhatikan, bahwa obat yang paling ampuh bagi para penderita HIV adalah motivasi dan dorongan semangat dari orang di sekelilingnya. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya!!

Bahan bacaan :

  1. Buku Biologi 2B, Istamar Syamsuri, dkk
  2. Data survei dari kawand-kawand

Permalink 4 Comments

Indahnya Idul Adha

December 8, 2008 at 3:06 pm (confession) ()

Allahu akbar…Allahu akbar…Allahu akbar,. Kumandang takbir menggema beriringan dengan cahaya matahari yang semakin meredup. Sore itu semua muslim di dunia bersiap untuk hari yang paling indah. Hingga saat adzan subuh menggema, dengan tawa bahagia ku mulai aktivitas hari ini dengan penuh semangat.

Allahu akbar..Allahu akbar…Allahu akbar,. Tepat pukul 6.00 aku berangkat dari rumah menuju masjid untuk menjalankan sholat Ied berjamaah. Tentram rasanya jiwa ini mendengar suara takbir. Tak terasa bibir ini juga perlahan mengikuti alunan takbir dari seluruh tempat ibadah.

dokumentasi pribadi mbexberduka

Kira-kira pukul 9.00, aktivitas berlanjut. Seperti Lebaran Haji sebelum-sebelumnya, kali ini juga aku ikut membantu panitia masjid mengurus daging kurban. Subahanallah, tampak cantik sekali sapi-sapi itu diantara balutan tali yang mengikatnya. Tak perlu takut kawand, hari ini kalian menjadi perantara orang-orang yang telah ikhlas mengorbankan sebagian hartanya di jalan Sang Khalik. Hari ini tak akan lama, tak selama saat kalian kembali pada Pencipta kalian.

Menyenangkan rasanya ikut serta dalam kegiatan ini. Lelah dan lapar tidak terhiraukan tatkala melihat puluhan bahkan ratusan orang datang berbondong-bondong menuju masjid. Mereka inilah orang-orang yang akan mendapat daging kurban ini. Mereka inilah yang nantinya menjadi saksi atas orang-orang yang ikhlas.

Terimakasih ya Allah, enggaku telah memberikan kesempatan pada kami untuk saling berbagi dengan sesama.

Permalink Leave a Comment

Desember (Bensin & HIV)

December 1, 2008 at 9:48 pm (sebaiknya kita tahu) ()

original picture from mbexberduka.multiply.com

original picture from mbexberduka

Selamat datang bulan baru. Yup’s, sepertinya bulan Desember ini diawali dengan berita  yang cukup menggembirakan. Pasalnya tepat ditanggal 1 ini harga BBM turun dari Rp.6000 menjadi Rp.5500 rupiah untuk bensin . Pertamax dan Pertamax Plus juga sebelumnya telah turun masing-masing menjadi Rp.7000 dan Rp.7300. Namun sayang turunya harga bensin dan kawan-kawannya tidak diikuti harga Gas LPG dan bahan bakar solar. Kabar yang terbaru yang saya terima justru harga Gas LPG malah semakin meningkat sekitar 9.5 percent. Selain itu dibeberapa daerah juga terjadi kelangkaan gas LPG. Lebih parah lagi justru harga solar yang notabene banyak dipakai untuk bahan bakar produksi dan bahan bakar nelayan mencari ikan malah tetap bertengger pada harga yang tinggi. Yah ironis memang, tapi mau bagaimana lagi. Palu sudah diketok, dan keputusan telah ditetapkan. Mungkin hanya jeritan batin yang dapat menemani kegelisahan para nelayan dan industri rumah tangga menengah kebawah.

Well, tidak hanya itu. Tampaknya bulan Desember ini diawali dengan hal-hal yang bisa dibilang mengejutkan. Selain berita menggembirakan tentang turunya harga BBM tadi, ternyata ada sesuatu disudut sana yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, ternyata Indonesia berada di peringkat kelima untuk kategori Penderita Aids terbanyak Tentunya ini bukanlah sesuatu hal yang dapat kita banggakan, justru peranan mansyarakat dan aparat pemerintah disini harus lebih ekstra kerja keras untuk memerangi penyebaran virus HIV. Yah, hari ini memang menjadi peringatan Hari Aids sedunia. Dihari ini pula puluhan pelajar di Surabaya turun ke jalan menyuarakan suaranya agar pemerintah menutup tempat lokalisasi setempat. Alasan mereka jelas, karena tempat-tempat seperti itulah yang justru menjadi ladang subur dalam penyebaran virus HIV.

***

***

Tampaknya masyarakat kita memang harus lebih hati-hati dalam pergaulan. Dalam hal ini keputusan bijak diperlukan untuk setiap tindakan. Akhirnya saya mengajak kepada kawand-kawand semua agar kita semua ikut memerangi penyebaran virus HIV penyebab AIDS dan tetap waspada serta lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Semoga pondasi Akidah dan Akhlak kita mampu menjadi benteng yang kokoh bertahan dan memerangi kemaksiatan. Mudah-mudahan kita semua selalu dibawah perlindungan-Nya. Amien

Permalink 2 Comments

Jerawat Bukan Kiamat

November 28, 2008 at 9:31 pm (Apa kata mereka ??, riset, sebaiknya kita tahu) ()

original picture from okezone.com

original picture from okezone.com

Wew, kalau kamu pikir itu ekstrim, ya saja juga. Tapi tak apa, judul hanya lah judul yang merupakan gambaran dari isi tulisan ini. Ehm, ngomong-ngomong soal jerawat, beberapa hari yang lalu saya sempet bikin sebuah penelitian kecil-kecilan mencari tahu opini temand-temand saya mengenai penyebab munculnya jerawat. Yah dari 12 kuisioner yang saya bagikan pada temand-temand saya yang terdiri dari 4 cowok dan 8 cewek ini, dapat saya simpulkan bahwa sebagian dari mereka mengatakan bahwa “stress” merupakan faktor utama pemicu hadirnya jerawat di wajah kita. Kalian pikir itu cukup?? Fuih, sayangnya belum.

Berdasarkan buku yang pernah saya baca, ternyata ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan munculnya jerawat di wajah kita. Yang pertama adalah faktor keturunan. Mungkin keturunan yang dimaksudkan disini lebih bersifat hormonal yang diwariskan oleh orang tua kita. Selain itu, pada usia remaja hormon dalam tubuh kita dapat memproduksi kelenjar minyak secara aktif, bahkan cenderung berlebihan. Hal inilah yang membuat kulit muka kita berminyak yang nantinya akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pori-pori, dan sudah dapat dipastikan bahwa seketika itu pula akan muncul jerawat di wajah kita. Kemudian faktor yang kedua, tentu saja ‘stress’. Yah, walaupun stress ini bukan merupakan faktor mutlak-tunggal penyebab munculnya masalah kulit, tapi dapat dikatakan bahwa ‘stress’ memiliki andil dalam menghasilkan jerawat. Hal ini erat kaitannya dengan sistem kerja hormon. Baban pikiran yang terlalu berat akan mendorong sistem hormonial kita bekerja terlalu keras yang dapat mengakibatkan produksi kelenjar minyak menjadi berlimpah yang memungkinkan munculnya jerawat di wajah. Selain itu bagi sebagian perempuan, jerawat juga bisa muncul ketika datang masa menstruasi.

Lalu, langkah apa yang harus dilakukan ketika muncul jerawat di wajah saya?

1. Jangan menyentuh apalagi menekan jerawat yang ada di wajah anda. Karena hal itu dapat mengakibatkan  penyebaran bakteri pada daerah luka.
2. Lakukan perawatan atau facial secara khusus agar jerawat anda berkurang. Perawatan ini dapat dilakukan dengan mendatangi tempat treatment khusus kulit atau dapat dilakukan sendiri dengan mengunakan pembersih yang aman.
3. Bila ternyata tidak terjadi perubahan, sebaiknya konsultasikan pada dokter kulit (dermatoligist). Carilah seorang dermatologist dan konsultasikanlah masalah anda.

Bagaimana caranya melakukan pencegahan agar jerawat tidak muncul kembali?

  1. Mengatur pola makan. Penting, bagi anda yang alergi terhadap makanan tertentu, ada baiknya lebih selektif dalam memilih makanan.
  2. Rajin-rajinlah membersihkan wajah. Membersihakan wajah merupakan langkah paling mudah yang dapat dilakukan. Perhatikan juga kebersihan air, karena air yang kotor juga bisa menjadi faktor pemicu munculnya jerawat. Bagi anda yang ingin mengunakan product-product tertentu pembersih wajah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter specialis kulit. Mintalah rekomendasi tentang product mana yang cocok untuk jenis kulit anda.

Ya, semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi kawand-kawand semua. Terimakasih dan sampai ketemu di penelitian-penelitian saya selanjutnya. Wassalamualaikum.wr.wb

Permalink 7 Comments

Hallowen itu … ??

November 18, 2008 at 10:29 pm (sebaiknya kita tahu) ()

Hii guys,. Masih ingat sama posting saya dua minggu lalu. Yup’z posting dengan judul “Bandung Lagi (antara UTS dan Liburan)”. Disitu saya sempat menyinggung sedikit tentang Hallowen yang ada d Paris. Nah rencananya sekarang saya mau melanjutkan cerita saya about hallowen tersebut. Sebenarnya saya masih bingung, karena beberapa waktu yang lalu saya mendapat informasi dari sumber yang dapat dipercaya yang mengatakan bahwa hallowen itu adalah budaya orang barat yang notabene adalah beragama nasrani. Dan barang siapa ikut-ikutan dalam kegiatan tersebut berarti ia termasuk dalam golongan mereka. Nah loh,, padahal waktu itu saya sempet foto-foto sama boneka n’ labu2an yang dibentuk sedemikian rupa menyerupai muka setan. Lalu, apakah saya termasuk golongan mereka, apakah saya sudah murtad dari agama Islam ?? Wallahualam, mudah-mudahan tidak dan jangan sampai terjadi. Amin.

Saya pikir saya tidak melakukan kesalahan. Karena saya hanya berfoto dan tidak ikut merayakannya. Situasi itu pun saya temui atas dasar ketidak sengajaan dan tidak direncanakan, bahkan saya tidak tahu setiap hari apa peringatan tersebut digelar. Kata guru agama saya waktu sma, segala sesuatu yang tidak tahu dan tidak disengaja itu tidak ada hukumnya dan insyaallah akan dimaafkan Allah selama perbuatan tersebut tidak dilakukan lagi. Entah hanya perasaan saya ataukah sebentuk pembelaan semata yang mengatakan bahwa saya tidak bersalah. Yah mudah-mudahan saya benar. Saya menyesal telah melakukan itu. Dan untuk menebus penyesalan saya, saya berikan sedikit informasi mengenai hal ikhwal tentang sejarah hallowen supaya teman-teman sekalian tidak mengalami penyesalan yang sama seperti yang telah saya alami.

***

***

Mudah-mudahan Allah selalu memberikan petunjuk dan hidayah bagi kita dalam bertingkah laku dan bertutur kata. Mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya nanti. Amin

(mohon maaf, foto hallowen saya yang lain tidak dapat saya tampilkan karena alasan takut dosa)

Permalink 2 Comments

Tertunda 300 tahun

November 14, 2008 at 3:20 pm (sebaiknya kita tahu) ()

Suatu hari ada seorang santri yang bermimpi pergi ke surga. Dalam perjalanannya menuju surga, ia bertemu dengan gurunya di pesantren yang telah meniggal beberapa waktu lalu. Dia memperhatikan kenapa si guru ini hanya duduk termenung di depan pintu surga. Apa yang dia lakukan disana. Kenapa ia tidak mengikuti orang-orang yang lain masuk ke dalam surga. Akhirnya untuk mengobati rasa penasarannya, santri ini berjalan mendekati gurunya dan bertanya,”

Santri
: “Assalamualaikum !”
Guru : “Walaikumsalam wr.wb.”
Santri : “Wahai guru ku, apa gerangan yang kau lakukan disini ? Kenapa engkau hanya duduk termenung dan tidak mengikuti orang-orang ini masuk ke dalam surga ?”

Kemudian dengan raut muka yang terlihat sedih, guru ini menjawab pertanyaan santrinya ini.

Guru : “Wahai murid ku tahu kah kamu kenapa aku hanya duduk termenung disini dan tidak mengikuti sodara-sodara ku masuk ke dalam surga…?!”
Santri : “Tidak guru. Kiranya guru berkenan untuk menceritakannya pada ku ?”
Guru : “Saya diperintahkan oleh Yang Maha Kuasa untuk tidak masuk ke surga dan tatap menunggu disini selama 300 tahun.”
Santri : “Memangnya kenapa guru, kenapa Allah memerintahkan itu padamu. Setahu ku guru selalu menjalankan perintah-Nya dengan baik dan saya pikir amalan-amalan guru sudah tidak terhitung lagi banyaknya.”
Guru : “Kamu benar, Allah telah meng-hisab ku dan memang amalan baik ku sudah cukup memenuhi syarat untuk tiket aku masuk ke surga. Tapi ada satu hal yang tidak pernah saya sadari dan akhirnya membuat aku harus menunggu disini sampai 300 tahun kedepan.”
Santri : “Gerangan apa itu guru ??”, santri ini bertanya penasaran.
Guru : “Suatu hari ketika aku pulang dari pengajian di kampung seberang, terasa ada yang mengganjal di sela-sela gigi ku ini. Aku pikir pastilah ini sisa makan yang aku makan tadi. Kebetulan saat itu ketika aku melewati sebuah rumah dengan pagar bambu, aku mengambil sehelai kulit bambu untuk membersihkan sisa makanan di gigi ku. Dan gara-gara itu keberadaanku di surga harus tertunda selama 300 tahun.”

Subahanallah, Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya. Hanya gara-gara sebatang lidi kecil yang diambil tanpa izin pemiliknya itu, seseorang yang sudah pasti masuk surga menjadi terhambat sampai beberapa tahun lamanya. Yang perlu diingat dan dijadikan pelajaran bagi kita, bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Adil. Tidak ada satu hal pun (sebesar biji zahra) yang akan luput dari perhitungan-Nya. Mudah-mudahan ini mengajarkan pada kita untuk lebih berhati-hati dalam bertingkah laku. Dan mudah-mudahan kita semua selalu berada dibawah perlindungan-Nya. Amin

Permalink Leave a Comment

Next page »