HIV/AIDS
Masih dalam suasana Desember. Pada awal bulan ini tepatnya tanggal 1 Desember, saya sempat mem-posting sebuah tulisan yang membahas turunya harga bensin dan juga sedikit bahasan yang menyinggung tentang HIV/AIDS. Nah sekarang saya akan mengupas lebih detail mengenai HIV serta tetek-bengek yang berkaitan dengannya.
Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa setiap dua minggu sekali saya selalu membuat sebuah penelitian kecil-kecilan dengan tema-tema tertentu. Melalui sebuah questionnaire saya mengumpulkan pendapat dari kawand-kawand saya mengenai tema yang sedang saya angkat itu. Nah kali ini tema yang sedang menjadi sorotan saya adalah HIV & AIDS. Okay, here d’one…//
***
- Apa sih HIV/AIDS itu? AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau sindrom runtuhnya kekebalan tubuh, adalah sebuah penyakit yang merupakan kumpulan gejala akibat menurunya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi dari penyakit-penyakit lain karena sistem kekebalan tubuhnya terus menurun secara drastis. Bahkan kuman yang bagi orang biasa tidak menimbulkan penyakit, pada penderita HIV dapat menimbulkan kematian.Hakekatnya, seorang manusia normal di dalam tubuhnya telah secara otomatis memiliki suatu antibodi yang dapat melindunginya dari berbagai serangan penyakit. Sayangnya, hal ini tidak terjadi pada seseorang yang terserang virus HIV. Antibodi yang ada dalam tubuhnya perlahan menurun dan akan mati karena digerogoti oleh virus HIV. Ibarat sebuah Negara, ketika ia tidak memiliki sistem pertahanan (antibodi) yaitu aparat keamana baik TNI maupun POLRI, maka akan dengan mudah negara ini dihancurkan oleh negara-negara lain. Seperti itulah gambaran kondisi seseorang yang mengalami disfungsi antibodi karena virus HIV.
- Bagaimana cara penularan virus HIV? Pada penderita AIDS, HIV terdapat pada seluruh cairan tubuhnya, tetapi yang bisa menularkan hanya yang terdapat pada sperma (air mani), darah, dan cairan vagina. Cara penularannya adalah sebagai berikut:
a. berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan dengan orang yang positiv terinfeksi virus HIV
b. pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi (termasuk pemakaian jarum suntik secara bergantian juga rentan terhadap virus HIV)
c. menerima transfusi darah dari orang yang tercemar virus HIV
d. bahkan ibu hamil yang terinfeksi virus HIV juga akan menularkan kepada bayi dalam kandungannya. - Tanda dan Gejala HIV/AIDS. Pada umunya penderita tidak menunjukan gejala-gejala khusus setelah ia terinfeksi virus HIV. Baru setelah beberapa minggu kemudian, orang yang terinfeksi sering kali menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu atau diare. Secara fisik kondisi penderita memang terlihat sehat. Bahkan terkadang selama 3-4 tahun penderita tidak menunjukan gejala yang khas. Sesudahnya, ditahun-tahun berikutnya mulai timbul diare berulang-ulang sehingga terjadi penurunan berat badan secara drastis, sering terjadi sariawan di mulut, dan terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah bening serta penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis.
- Lalu, bagaimana cara menghindari HIV/AIDS?
Banyak cara yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyakit ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
a. tidak berganti-ganti pasangan dan menghindari hubungan seksual diluar nikah.
b. Sebisa mungkin menghindari transfusi darah yang tidak jelas asal usulnya.
c. Menggunakan alat-alat medis dan non-medis yang terjamin steril.
- Bagi orang yang sudah terinfeksi, bagaimana cara mengobatinya? Sampai sekarang memang belum ditemukan cara pengobatan virus HIV ini sampai tuntas. Tang ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan tingkat kesehatan tubuhnya.
Uraian di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak apa yang bisa kita lakukan. Membangun kesadaran pada tiap individu merupakan kunci utama memerangi penyakit ini. Pahami ilmunya dan lupakan mitos-mitos yang salah. Yang benar adalah bahwa hubungan sosial dengan penderita HIV/AIDS tidak akan membuat kita tertular penyakitnya. Bahwa bersalaman, tinggal satu rumah, dan menggunakan tempat tidur yang sama tidak akan membuat kita tertular. Perhatikan, bahwa obat yang paling ampuh bagi para penderita HIV adalah motivasi dan dorongan semangat dari orang di sekelilingnya. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya!!
Bahan bacaan :
- Buku Biologi 2B, Istamar Syamsuri, dkk
- Data survei dari kawand-kawand
Jerawat Bukan Kiamat
Wew, kalau kamu pikir itu ekstrim, ya saja juga. Tapi tak apa, judul hanya lah judul yang merupakan gambaran dari isi tulisan ini. Ehm, ngomong-ngomong soal jerawat, beberapa hari yang lalu saya sempet bikin sebuah penelitian kecil-kecilan mencari tahu opini temand-temand saya mengenai penyebab munculnya jerawat. Yah dari 12 kuisioner yang saya bagikan pada temand-temand saya yang terdiri dari 4 cowok dan 8 cewek ini, dapat saya simpulkan bahwa sebagian dari mereka mengatakan bahwa “stress” merupakan faktor utama pemicu hadirnya jerawat di wajah kita. Kalian pikir itu cukup?? Fuih, sayangnya belum.
Berdasarkan buku yang pernah saya baca, ternyata ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan munculnya jerawat di wajah kita. Yang pertama adalah faktor keturunan. Mungkin keturunan yang dimaksudkan disini lebih bersifat hormonal yang diwariskan oleh orang tua kita. Selain itu, pada usia remaja hormon dalam tubuh kita dapat memproduksi kelenjar minyak secara aktif, bahkan cenderung berlebihan. Hal inilah yang membuat kulit muka kita berminyak yang nantinya akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pori-pori, dan sudah dapat dipastikan bahwa seketika itu pula akan muncul jerawat di wajah kita. Kemudian faktor yang kedua, tentu saja ‘stress’. Yah, walaupun stress ini bukan merupakan faktor mutlak-tunggal penyebab munculnya masalah kulit, tapi dapat dikatakan bahwa ‘stress’ memiliki andil dalam menghasilkan jerawat. Hal ini erat kaitannya dengan sistem kerja hormon. Baban pikiran yang terlalu berat akan mendorong sistem hormonial kita bekerja terlalu keras yang dapat mengakibatkan produksi kelenjar minyak menjadi berlimpah yang memungkinkan munculnya jerawat di wajah. Selain itu bagi sebagian perempuan, jerawat juga bisa muncul ketika datang masa menstruasi.
Lalu, langkah apa yang harus dilakukan ketika muncul jerawat di wajah saya?
1. Jangan menyentuh apalagi menekan jerawat yang ada di wajah anda. Karena hal itu dapat mengakibatkan penyebaran bakteri pada daerah luka.
2. Lakukan perawatan atau facial secara khusus agar jerawat anda berkurang. Perawatan ini dapat dilakukan dengan mendatangi tempat treatment khusus kulit atau dapat dilakukan sendiri dengan mengunakan pembersih yang aman.
3. Bila ternyata tidak terjadi perubahan, sebaiknya konsultasikan pada dokter kulit (dermatoligist). Carilah seorang dermatologist dan konsultasikanlah masalah anda.
Bagaimana caranya melakukan pencegahan agar jerawat tidak muncul kembali?
- Mengatur pola makan. Penting, bagi anda yang alergi terhadap makanan tertentu, ada baiknya lebih selektif dalam memilih makanan.
- Rajin-rajinlah membersihkan wajah. Membersihakan wajah merupakan langkah paling mudah yang dapat dilakukan. Perhatikan juga kebersihan air, karena air yang kotor juga bisa menjadi faktor pemicu munculnya jerawat. Bagi anda yang ingin mengunakan product-product tertentu pembersih wajah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter specialis kulit. Mintalah rekomendasi tentang product mana yang cocok untuk jenis kulit anda.
Ya, semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi kawand-kawand semua. Terimakasih dan sampai ketemu di penelitian-penelitian saya selanjutnya. Wassalamualaikum.wr.wb
